Menyambung artikel sebelumnya tentang Jenis
Resistor kali ini agar penjelasan tentang komponen
elektronika resistor lebih mendetail saya mencoba berbagi informasi tentang
kegunaan resistor,Cara membaca kode warna resistor,Variable Resistor,Komponen
Pengganti dan Satuan Resistor.Jika dibandingkan dengan komponen elektronika
yang lain saya pikir Resistor yang paling mudah dipahami walaupun anda belajar
secara otodidak namun jangan lupa tidak cukup hanya membaca teorinya saja
alangkah baiknya langsung praktek dengan mengamati secara langsung.Oke…langsung
saja berikut ini informasi selengkapnya:
Kegunaan Resistor
Resistor banyak digunakan dalam rangkaian elektronika untuk:
1.Membagi tegangan listrik
2.Pembagi arus pada rangkaian paralel
3.Menurunkan tegangan listrik
4.Pemikul beban (Load resistance)
Cara Membaca Kode Warna Resistor
Kebanyakan Resisitor yang akan sering anda jumpai ketika praktek adalah
resistor yang menggunakan kode warna untuk menyatakan besarnya hambatan
listrik dan biasanya resistor jenis karbon dan
Metal film.Anda bisa mengetahui besaranya hambatan listrik dengan membaca kode
warna tersebut caranya sebagai berikut:
Urutan Kode warna
:Hitam,Coklat,Merah,Oranye,Kuning,Hijau,Biru,Ungu,Abu-Abu,Putih Untuk lebih
jelasnya silahkan lihat gambar dibawah ini:
Untuk resistor yang memiliki 4 gelang warna(Resistor Karbon):
Gelang ke 1 Menyatakan =Angka ke 1
Gelang ke 2 Menyatakan =Angka ke 2
Gelang ke 3 Menyatakan banyaknya /Faktor Perkalian(10⁰-10⁹)
Gelang ke 4 Menyatakan =Toleransi.Coklat 1% Merah 2% Hijau 0.5% Biru 0,25%
Ungu 0,1% Abu-abu 0,05% Emas 5% Perak 10% Tak berwarna 20% Yang Umum digunakan
Emas,Perak dan Coklat.
Contoh Sebuah Resistor memiliki warana Abu-abu merah oranye emas nilainya
berarti:
Gelang ke 1 =Abu-abu=8(Angka ke 1)
Gelang ke 2=Merah=2(Angka ke 2)
Gelang ke 3=Oranye=10³=1000(Faktor Perkalian)
Gelang ke 4=Emas=5%(Toleransi)
Jadi nilai resistor tersebut=82x1000=82.000 Ohm
Anda tentu akan bertanya-tanya Angka ke 4/Toleransi Maksudnya apa?Jawaban
ringkasnya nilai resistor yang masih bisa ditolerir jika ternyata nilai
resistor tersebut ketika diukur dengan ohmmeter tidak sesuai dengan kode
warnanya.Dari contoh diatas nilai resistor=82.000 Ohm toleransi
5%=5/100x82.000=4100 Ohm Jadi Nilai resistor Maksimum 82.000+4100=86100 Ohm
sedangkan Nilai Minimum=82.000-4100=77900 Ohm Kesimpulannya jika sebuah
resistor dengan kodewarna Abu-abu Merah Orange Emas nilainya antara 77900-86100
Ohm artinya resistor tersebut masih baik.Oleh karena itu cara mengetahui nilai
resistor yang paling akurat yaitu menggunakan multimeter.
Untuk resistor yang memiliki 5 gelang warna (Resistor Metal Film)
Gelang ke-1 Menyatakan Angka ke 1
Gelang ke 2- Menyatakan Angka ke 2
Gelang Ke 3 Menyatakan =Angka ke 3
Gelang ke 4 Menyatakan jumlah Nol/Faktor Perkalian
Gelang Ke 5 Menyatakan =Toleransi
Contoh sebuah Resistor memiliki warna : Merah,
Coklat, Merah, Oranye dan Emas maka nilainya berarti=212x1000=212000 Ohm
Toleransinya 5%
Variable Resistor.
Besarnya hambatan listrik sebuah resistor bisa diketahui dengan melihat kode warna atau nilai yang tertera langsung
di bodinya dan nilainya tidak akan berubah kecuali jika mengalami
kerusakan namun ada jenis resistor yang nilai
hambatannya bisa berubah-ubah namanya variable resistor atau disingkat
VR.Bahannya ada yang terbuat dari zat arang adapula yang
terbuat dari kawat nikelin.Contoh yang paling mudah terdapat pada pengatur
volume/bass/treble speaker aktif,pengatur volume pada Compo dan
lain-lain.Dilihat dari cara kerjanya VR dibedakan menjadi 2 yaitu
Potensiometer dan trimpot.Potensiometer cara merubah
hambatannya biasanya dengan cara memutar As nya kekiri kekanan atau menggeser
dari atas kebawah sedangkan trimpot cara
merubah hambatannya dengan cara mengetrim menggunakan obeng.
Komponen Pengganti.
Masalah yang terkadang muncul ketika merakit suatu rangkaian elektronika
yaitu tidak tersedianya komponen yang sesuai dengan yang dibutuhkan.Cara
mengatasinya anda bisa mempergunakan komponen pengganti yang nilainya
sama.Untuk resistor komponen pengganti bisa anda dapatkan dengan menggabung 2
resistor atau lebih bisa dengan hubungan seri atau paralel namun yang paling mudah
menggunakan hubungan seri karena anda tinggal menjumlahkan semua resistor
contohnya jika anda ingin mengganti Resistor yang nilainya 100 Ohm dengan anda tinggal menggunakan 2 resistor ukuran 50 Ohm.Sedangkan bila
menggunakan hubungan paralel agak sedikit ribet karena perhitungannya
menggunakan pembagian.
Satuan Resistor
1 Kilo ohm atau 1K Ohm = 1000 Ohm
1Mega ohm atau 1M = 1000 kilo ohm
1K2 Ohm= 1200 Ohm
1M9 Ohm=1900K Ohm
1R2 Ohm= 1,2 Ohm
Sampai disini dulu informasi tentang Mengenal Komponen Elektronika
: Resistor Bagian kedua Semoga semakin menambah pengetahuan Anda
khususnya komponen elektronika Terima Kasih Atas Kunjungannya.


No comments: